https://jurnal.pradita.ac.id/index.php/jk/issue/feed Jurnal Kebangsaan 2022-01-06T07:02:33+07:00 Aryaning Arya Kresna arya.kresna@pradita.ac.id Open Journal Systems <p><a href="https://jurnal.pradita.ac.id/index.php/jk"><img src="https://lppm.pradita.ac.id/img/jk2.png" alt="jk2.png (886×338)" /></a></p> <p><span style="font-weight: 400;">Jurnal Kebangsaan merupakan sebuah jurnal semi annual yang terbit dua kali dalam setahun. Jurnal ini diterbitkan Universitas Pradita, di bawah kordinasi Departemen Mata Kuliah Umum (MKU), setiap bulan Juni dan Oktober. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Jurnal ini mengumpulkan tulisan-tulisan ilmiah dari berbagai disiplin ilmu, justru karena </span><em><span style="font-weight: 400;">center of interest </span></em><span style="font-weight: 400;">yang dikemukakan mengenai </span><strong>kebangsaan</strong><span style="font-weight: 400;">. Artinya, pendekatan yang digunakan lebih luas, mulai dari konsepsi fenomenologi dalam Psikologi Dalam, hingga </span><em><span style="font-weight: 400;">security approach</span></em><span style="font-weight: 400;"> dalam ilmu Ketahanan Nasional. Kajian yang termasuk di dalamnya, namun tidak terbatas pada, sudut pandang sosiologi perkotaan, ekonomi politik urban, antropologi sosial dan budaya serta ketahanan energi, peran teknologi informasi, pendidikan karakter, dan pendekatan smart city. Benang merah dari setiap topik dan tema, metode dan sudut pandang penelitian adalah pengayaan ilmu pengetahuan mengenai kebangsaan, dalam hal ini keIndonesiaan. </span></p> https://jurnal.pradita.ac.id/index.php/jk/article/view/247 Kajian Strategis Posisi Indonesia di Kawasan Samudera Hindia Dalam Konteks Konferensi Asia Afrika dan IORA 2022-01-06T06:00:51+07:00 Lilly S. Wasitova redaksijurnaltendes@pradita.ac.id Ricardus Eko Indrajit eko.indrajit@gmail.com Marsetio redaksijurnaltendes@pradita.ac.id Siswo Hadi redaksijurnaltendes@pradita.ac.id Koesnadi Kardi redaksijurnaltendes@pradita.ac.id <div class="page" title="Page 1"> <div class="layoutArea"> <div class="column"> <p>Kawasan Samudera Hindia atau disebut juga Samudera Indonesia merupakan kawasan samudera terluas ketiga di dunia, yang meliputi 20% dari keseluruhan luas permukaan Bumi (sekitar 68.556 juta km2)dan dengan garis pantai sepanjang 66.526 km yang merangkul 38 Negara dan total jumlah penduduk lebih dari separuh penduduk dunia di belahan bumi Selatan. Uniknya Samudera inni adalah satu-satunya yang dinamai mengikuti nama Negara di Selatan yaitu Indonesia atau Hindia, yang merujuk pada sejarah kekuatan pelaut-pelaut kita pada jaman dahulu. Wilayah Samudra Hindia menjadi wilayah geopolitik yang semakin penting akhir-akhir ini dan ditandai dengan persaingan yang melibatkan negara-negara yang memiliki pantai di Samudera Hindia dengan kekuatan eksternal yang tetap berusaha mempertahankan eksitensinya paska perang dingin dan juga membangun eksistensi baru, seperti China. Dalam kondisi lingkungan strategis global yang dinamis dan juga di lingkup regional mempengaruhi 38 Negara yang mengelilingi Samudera Hindia, dan 22 diantaranya tergabung dalam Asosiasi Negara Lingkar Samudra Hindia / Indian Ocean Rim Association (IORA), dan 13 negara merupakan peserta Konferensi Asia Afrika (KAA) yang diselenggarakan di di Gedung Merdeka, Bandung, Indonesia, pada tanggal 18 April-24 April 1955. KAA yang diprakarsai oleh 5 Negara Asia dan Afrika menandai pertemuan tingkat puncak para pemimpin kemerdekaan negara-negara Asia dan Afrika yang pertama dan juga hasil dari visi politik dan perencanaan yang matang. Hal tersebut menjadi warisan yang sangat penting dan merupakan pemicu terbentuknya banyak organisasi lain seperti Gerakan Non Blok tahun 1961 dan G77 pada tahun 1964. Salah satu organisasi yang muncul kemudian adalah IORA yang didirikan tanggal 6 Maret 1997 di Ebene, Mauritius dan merupakan kesimpulan dari perjanjian multilateral yang dikenal sebagai Charter of the Indian Ocean Rim Association for Regional Co-operation (IOR-ARC) (Piagam Asosiasi Lingkar Samudra Hindia untuk Kerjasama Regional). IOR-ARC secara resmi diluncurkan, dengan sebelas negara anggota. Mengamati perkembangan lingkungan strategis global dan regional, dirasakan perlu untuk mengkaji posisi Indonesia di kawasan Samudera Hindia dengan menggunakan skenario perubahan sistem, mengingat perubahan yang ada di kawasan dan global sangat dinamis. Kajian dilakuan dengan pendekatan analisis intelijen dengan menggunakan fakta dan data yang dapat dikumpulkan sejauh ini dan dengan menggunakan skenario perubahan sistem dan pendekatan kekuatan PMESII-PT (Politik, Militer, Ekonomi, Sosial, Informasi, Infrastruktur, Lingkungan Fisik, dan Waktu).</p> </div> </div> </div> 2022-01-06T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Kebangsaan https://jurnal.pradita.ac.id/index.php/jk/article/view/248 Problematika Frasa ‘Pertahanan Keamanan’ Di Indonesia Tinjauan Dari Perspektif Teori Keamanan Nasional 2022-01-06T06:33:54+07:00 B.D.O Siagian oktavsiagian@yahoo.com Anak Agung Banyu Perwita banyu.perwita@idu.ac.id Rizerius Eko Hs rizerius87@gmail.com Yusuf Ali yusufali8788@gmail.com <div class="page" title="Page 1"> <div class="layoutArea"> <div class="column"> <p>Dalam konsep keamanan kebanyakan negara menggunakan frasa kata pertahanan tidak dipisah secara tegas dengan kata keamanan, tetapi dimaknai dalam satu frasa yang saling terkait yang tidak dipisahkan. Seperti dalam naskah National Security Strategy of UK (Inggris) berisi tentang pertahanan dan keamanan yang dimaknai dalam konteks untuk keamanan nasional. Di Indonesia juga frasa pertahanan keamanan digunakan dalam sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata) yang juga melibatkan aspek militer dan aspek non militer secara semesta. Namun, sejak era reformasi tahun 1998, penjabaran Sishankamrata dalam bentuk organisasi pelaksana fungsi, memisahkan antara organisasi pelaksana fungsi pertahanan, dan organisasi pelaksana fungsi keamanan. Hal ini masih diperdebatkan sampai dengan saat ini. Perdebatan ini menjadi pokok bahasan dalam artikel ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi literatur dan wawancara untuk mencari data untuk menjawab pertanyaan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan terjadi perbedaan pemaknaan frasa pertahanan keamanan. Sehingga, menyebabkan ketidaksesuaian dengan makna Sishankamrata yang ada di UUD 1945. Perbedaan dalam pemaknaan frasa pertahanan keamanan mengakibatkan perbedaan dalam penjabaran aktor pelaksana fungsi pertahanan, dan aktor pelaksana fungsi keamanan. Hal ini tentunya akan mempengaruhi pengorganisasian pelaksana fungsi dalam penjabaran doktrin Sishankamrata di Indonesia dan tata kelola sistem keamanan nasional. Untuk itu, hasil penelitian menyarankan agar frasa kata pertahanan keamanan ini tidak keliru pemaknaannya, dan mengacu pada pemaknaan secara utuh tentang pertahanan keamanan seperti dalam konsep keamanan nasional yang berlaku universal</p> </div> </div> </div> 2022-01-06T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Kebangsaan https://jurnal.pradita.ac.id/index.php/jk/article/view/133 Migrasi Aksiologis dalam Interaksi antar Individu sebagai Dampak Covid-19 2021-10-15T09:29:47+07:00 Faizal Yan Aulia faizalyanaulia@gmail.com Septiana Dwiputri Maharani septiana.dm@ugm.ac.id <p><em>Artikel ini mengeksplorasi perubahan perilaku dalam interaksi manusia sebagai dampak pandemi Covid-19. Selain masalah perekonomian, pandemic Covid-19 juga menyentuh bidang kehidupan manusia yang lain, termasuk di dalamnya perilaku manusia. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui perubahan perilaku manusia pada masa pandemi Covid-19 dan apa yang menjadi dasar pemikiran perubahan. Metode yang digunakan adalah sistematis-refleksif, dengan observasi sebagai data atau sumber utama yang kemudian direfleksikan secara filosofis. Ada tiga temuan dari ekplorasi perubahan perilaku sebagai dampak pandemi Covid-19. Pertama, terjadi perubahan dasar pertimbangan perilaku manusia dalam interaksi antar manusia, yaitu dari nilai-nilai kesopanan atau sopan santun menjadi nilai-nilai kebaikan. Kedua, apa yang baik (etika) menjadi fondasi baru dalam tatanan pergaulan antar manusia pada masa pandemi Covid-19 menggantikan apa yang sopan atau pantas (etiket)</em></p> 2022-01-06T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Kebangsaan https://jurnal.pradita.ac.id/index.php/jk/article/view/178 Pengaruh Berita Kasus Buruh PT. Alpen Food Industry terhadap Minat Beli Es Krim AICE 2021-10-15T09:40:43+07:00 Nadhira Tasya Ganitri nadhira.tasya@student.pradita.ac.id David Saputera david.saputra@student.pradita.ac.id Jonathan Satrianaga Sudibyo jonathan.satrianaga@student.pradita.ac.id Putri Suliyanti putri.suliyanti@student.pradita.ac.id Charine Gresia charine.gresia@student.pradita.ac.id Martin martin@student.pradita.ac.id <p>Penelitian ini menyangkut pengaruh berita kasus buruh PT Alpen Food Industry (AFI) terhadap minat beli &nbsp;&nbsp;es krim AICE karena maraknya kasus ketidakadilan pada buruh PT AFI semenjak 2017 lalu seperti upah yang tidak sepadan sampai kasus buruh keguguran akibat bekerja. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberitaan kasus-kasus baik di media sosial maupun situs berita yang dialami oleh buruh PT Alpen Food Industry (AICE) terhadap minat beli konsumen. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan cara menyebarkan kuesioner. Metode yang dipakai dalam menentukan sampel adalah <em>simple random sampling</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden masih berminat membeli produk es krim AICE meskipun telah mengetahui kasus yang terjadi terhadap buruh karena hal utama yang menjadi pertimbangan dalam keputusan pembelian adalah harga dan kualitas produk.</p> 2022-01-06T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Kebangsaan https://jurnal.pradita.ac.id/index.php/jk/article/view/222 Upaya Bela Negara Generasi Z Berbasis Pengembangan Media Sosial 2021-10-21T11:39:04+07:00 Heldi Prasetya heldipras@students.unnes.ac.id <p>Upaya bela negara sudah umum sekali terdengar di kehidupan masyarakat. Bela negara atau ketahanan nasional sendiri yaitu sikap yang harus dan wajib dimiliki oleh setiap warga negara. Baik dari semua kalangan dari muda hingga tua, termasuk generasi muda saat ini yang biasa disebut generasi z, yang merupakan gennerasi penerus keberlangsungan kedaulatan dan kehidupan negara. Sebab dengan dipersiapkanya generasi muda dalam upaya bela&nbsp; negera, diharapkan dapat memajukan bangsa dan negara. Karena bela negara sangat berkaitan dan penting dengan tujuan suatu negara. Walaupun demikian bela negara sering dilihat dan sangat identik dengan aktivitas fisik seperti mempertahankan negara melalui peperangan dan lain sebagainya. Hal ini sudah tidak relevan dengan zaman dimana generasi z muncul. Dimana perkembangan teknologi yang semakin pesat berpengaruh pada upaya bela negara juga harus mmenyesuaikan dengan zaman yang ada. Melalui pengembangan upaya bela negara berbasis media sosial, merubah prespektif generasi sekarang yang dahulu identik dengan fisik kini upaya bela negara dapat dilakukan dengan fasilitas teknologi yang ada. Namun di satu sisi masih banyak generasi muda yang berkomentar dan memberikan pendapat dengan negatif di media sosial mengenai topik bela negara. Generasi z sekarang ini memang kurang bijak dalam berpendapat yang dikhawatirkan akan memicu terjadinya perpecahan. Oleh sebab itu tantangan bela negara sekarang ini semakin variatif tidak hanya bahaya dari luar namun bahaya kedaulatan juga sering datang dari dalam. Artikel ini akan menjabarkan pengembangan bela negara melalui media sosial pada generasi z dari tingkat sekolah dasar hingga pergururan tinggi. Diharapkan artikel ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan bela negara di sektor</p> 2022-01-06T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Kebangsaan https://jurnal.pradita.ac.id/index.php/jk/article/view/182 Pandangan Masyarakat Terhadap Bisnis Properti Berbasis Agama 2021-06-30T14:43:57+07:00 Natasya Sugianto natasya.sugianto@student.pradita.ac.id Verina Cornellia verina.cornellia@student.pradita.ac.id Natallia Glori Natallia.glori@student.pradita.ac.id <p>Penelitian ini mengenai pandangan masyarakat terhadap perkembangaan bisnis properti yang menggunakan narasi keagamaan tertentu. Hal ini dipicu oleh bisnis properti yang mulai memasukkan unsur agama dalam penjualan produknya. Penelitian ini berfokus pada pandangan masyarakat dalam menanggapi bisnis properti yang memasukkan unsur agama dalam konsep perumahannya. Penelitian ini dimulai dengan membuat kuesioner yang kemudian disebarkan kepada masyarakat secara <em>online</em> dalam bentuk <em>google</em> <em>form</em> melalui media sosial. Data yang telah dikumpulkan dari 250 responden menggunakan teknik <em>random</em> <em>sampling</em> kemudian dianalisis menggunakan metode kuantitatif (statistik) sehingga hasilnya dapat digunakan untuk menjawab faktor-faktor penting yang memengaruhi masyarakat dalam membeli properti di Indonesia dan pandangan masyarakat terhadap bisnis properti yang memasukkan konsep agama dalam bisnis propertinya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah persamaan keyakinan bukan merupakan faktor penting yang memengaruhi masyarakat dalam membeli properti di Indonesia, masyarakat juga tidak setuju dengan adanya perumahan berdasarkan persamaan keyakinan, dan lebih setuju dengan adanya perumahan yang memiliki keberagaman agama.</p> 2022-01-06T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Kebangsaan