https://jurnal.pradita.ac.id/index.php/jpm/issue/feed Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020-12-31T06:04:27+07:00 Erick Dazki erick.dazki@pradita.ac.id Open Journal Systems <p><a href="https://jurnal.pradita.ac.id/index.php/jpm"><img src="https://lppm.pradita.ac.id/img/jpm2.png" alt="jpm2.png (888×348)" /></a></p> https://jurnal.pradita.ac.id/index.php/jpm/article/view/123 Pengembangan Berpikir Komputasional Melalui Pemrograman Dasar Dengan Mit App Inventor 2020-12-31T05:48:51+07:00 Handri Santoso handri.santoso@pradita.ac.id Theresia Herlina Rochadiani theresia.herlina@pradita.ac.id Hendra MayaTopani mayatopani@gmail.com <p>Pekerjaan-pekerjaan baru akan muncul sebagai implikasi era Industri 4.0. Pekerjaan baru ini memerlukan keterampilan khusus, salah satunya adalah &nbsp;kemampuan berpikir komputasional dan juga berkaitan dengan inovasi teknologi seperti pemrograman. Belajar pemrograman, khususnya dengan App Inventor yang dikembangkan oleh MIT, dapat meningkatkan berpikir komputasional. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pembelajaran pemrograman menggunakan MIT App Inventor pada siswa SMA Pahoa guna meningkatkan berpikir komputasional dan mempersiapkan kompetensi pemrograman yang dibutuhkan dalam pekerjaan-pekerjaan baru yang muncul di era Industri 4.0. Pelaksanaan PkM dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler pemrograman yang diikuti oleh 40 siswa, meliputi siswa kelas 10, 11, dan 12. Kegiatan yang dilaksanakan dalam 11 kali pertemuan telah berhasil meningkatkan berpikir komputasional berdasar hasil kuesioner yang diberikan setelah kegiatan ekstrakurikuler selesai dilaksanakan.</p> 2020-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020 https://jurnal.pradita.ac.id/index.php/jpm/article/view/124 Peningkatan Literasi Digital Pada Masa Pandemi Covid-19 2020-12-31T05:53:54+07:00 Theresia Herlina Rochadiani theresia.herlina@pradita.ac.id Handri Santoso handri.santoso@pradita.ac.id Erick Dazki erick.dazki@pradita.ac.id <p>Pandemi Covid-19 yang menjadi wabah global dunia dan juga melanda Indonesia, mau tidak mau memaksakan terjadinya percepatan transformasi digital. Namun hal ini dapat tidak tercapai dikarenakan tingkat literasi digital masyarakat Indonesia yang masih rendah, ditunjukkan dengan masih banyaknya masyarakat yang belum dapat mengidentifikasikan hoaks dan Indonesia menempati ranking ke-56 dari 63 negara dalam IMD World Digital Competitiveness Ranking 2019. Untuk mengatasi hal tersebut sebagai upaya peningkatan literasi digital masyarakat Indonesia, diperlukan kegiatan yang berkesinambungan dan proses yang cukup panjang. Kegiatan yang dilakukan pada pengabdian kepada masyarakat ini baru merupakan tahap awal dari keseluruhan kegiatan yang akan dilakukan. Seminar<em> online</em> dan pembuatan konten digital terkait topik literasi digital dilaksanakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat selama 6 bulan ini. Konten digital akan dipublikasikan secara <em>online</em> melalui platform yang telah disediakan oleh pihak mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, yaitu PT. Sociopreneur Hub Indonesia</p> 2020-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020 https://jurnal.pradita.ac.id/index.php/jpm/article/view/110 Kreasi Buah Durian Menjadi Bolu Garing di Desa Cikolelet 2020-11-30T14:51:08+07:00 Kezia Elsty kezia.elsty@pradita.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>Sumber daya alam dan budaya dapat menjadi daya tarik wisata yang sangat berpotensi untuk diperkenalkan kepada wisatawan bila dikelola dengan terencana. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk melakukan pengembangan daerah desa dengan potensi pariwisata yang melimpah seperti yang terdapat pada desa Cikolelet, Banten. Dalam pengembangan sebuah desa diperlukan juga pemberdayaan masyarakat yang baik sehingga masyarakat setempat dapat menjadi pengelola yang memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni sehingga mampu menciptakan desa wisata yang berkelanjutan. Salah satu keterampilan yang dapat diajarkan adalah dalam bidang kuliner yakni pembuatan kue dengan menggunakan bahan lokal yakni buah durian. Kreasi yang dimunculkan dari perpaduan kue dan buah durian adalah bolu garing. Keterampilan ini dapat memicu kreatifitas dan secara berkelanjutan dapat dimanfaatkan&nbsp; sehingga pada akhirnya buah durian akan memiliki nilai ekonomi yang lebih dan dapat menjadi salah satu oleh-oleh khas desa Cikolelet. Selain itu, kreasi produk dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di desa Cikolelet.</p> <p><strong><em>Abstr</em></strong><strong><em>act</em></strong></p> <p>Natural and cultural resources can be tourism attractions which potentially being introduced to the tourist if being managed well. Indonesian government committed to developing village area with an abundance of tourism potential like displayed at Cikolelet village, Banten. In the development of a village, community empowerment is a very important thing therefore the community will be good managers who have the knowledge and skill required to create a sustainable tourism village. One of the skills can be learned by the local community is in the culinary field, cake making using local fruits which is durian. Creation from the combination of cake and durian is called <em>bolu garing.</em> This kind of skill can trigger creativity and for sustainable purposes can be used so in the end durian will have more economic value and this cake can be one of food souvenir from Cikolelet village. Besides, this product creation can open a new job opportunity for the community in Cikolelet village.&nbsp;</p> 2020-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020 Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal.pradita.ac.id/index.php/jpm/article/view/117 Pengembangan Kerajinan Berbasis Limbah Batik Sebagai Sumber Penghasilan Alternatif Bagi Masyarakat Sekitar Sentra Industri Batik Trusmi Cirebon 2020-12-10T08:20:32+07:00 Rizki Kurniawan rizki.kurniawan@pradita.ac.id Widasapta Sutapa widasapta.sutapa@pradita.ac.id <p>Kota Cirebon terkenal sebagai kota penghasil kerajinan batik yang mempunyai ciri khas, sayangnya produk turunan dari kain batik belum dikembangkan secara maksimal, sehingga limbah batik ini terbuang percuma. Hal tersebut juga disebabkan oleh karakter tidak bersifat berkelanjutan pengerajin sekitar terhadap limbah batik. Kebiasaan ini membuang peluang menghasilkan variasi kerajinan-kerajinan tangan lainnya yang menarik wisatawan berkunjung. Dalam beberapa bulan ini akibat adanya pandemi COVID-19 cukup mempengaruhi jumlah wisatawan yang datang, sehingga membuat para pengrajin harus berpikir keras untuk bertahan hidup dengan berbagai cara. Keresahan akan hal tersebut membuat seorang pemilik industri kreatif di desa Trusmi Cirebon membuka jalan untuk bekerja sama dengan peneliti secara daring melalui metode observasi dan wawancara, dalam menghasilkan solusi berupa rekomendasi desain untuk memanfaatkan situasi pandemi menjadi sesuatu yang menguntungkan bagi masyakarat dan pengajin sekitar di desa Trusmi Cirebon terhadap limbah batik.</p> <p><strong>Kata kunci : </strong>Kerajinan tangan, batik Cirebon, daur ulang, limbah</p> 2020-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020 Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal.pradita.ac.id/index.php/jpm/article/view/125 Pelatihan Bagi Guru Kewirausahaan Melalui Pembuatan Produk Kreatif Salah Satu Solusi Meningkatkan Kemampuan Guru Produktif Di SMK 2020-12-31T05:58:04+07:00 Rahmat Kusnedi rahmat.kusnedi@pradita.ac.id <p>Ketersediaan tenaga kerja terampil yaitu lulusan sekolah menengah seperti SMK sangat dibutuhkan untuk operasional sejumlah infrastruktur yang akan dibangun pemerintah tetapi pada kenyataannya hasil lulusan SMK tidak mempunyai kapabilitas dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan. Kekurangan kompetisi siswa siswi SMK ini juga didapat dari kurangnya kompetensi yang dimiliki oleh guru sebagai tenaga pengajar, Hampir 80 persen dari guru SMK merupakan guru normatif yang mengampu Mata pelajaran umum ( C 1 ) yang terdiri dari Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Agama, PKN, &nbsp;sehingga hanya enam persen output pendidikan nasional yang mampu bersaing secara global. Sementara untuk kompetensi mata pelajaran produktif / keahlian ( C 3 ) adalah mata pelajaran yang sangat membantu dan menetukan kemampuan dari lulusan akan kebutuhan yang diharapkan Industri, Salah satu mata pelajaran yang kompetensi gurunya memerlukan &nbsp;mengembangan skill dan pengetahuian terbaru atau <em>Reskilling dan Upskilling</em>. dalam &nbsp;praktik adalah mata pelajaran kewirausahaan. &nbsp;Keterbatasan pengetahuan dan dan kemampuan dalam praktik akan &nbsp;menyebabkan siswa hanya menerima pembelajaran lebih banyak dalam bentuk teori sehingga sedikit pemahaman dalam pembentukan karakter kewirausahaan terutama untuk menciptakan produk kreatif, hal ini memicu program studi seni kuliner Pradita University untuk memberikan pelatihan kepada guru SMK mitra dengan Program Studi D3 Seni Kuliner yaitu SMK N 27 dan SMK N 57 Jakarta, dan saat sekarang kami terus mengembangkan&nbsp; modul untuk pelatihan. Bentuk pelatihan yang dilakukan adalah praktek secara langsung / <em>Hands on</em>&nbsp; yang dilakukan di Laboratorium Seni Kuliner Pradita University. Dengan</p> <p>&nbsp;</p> <p>bekerjasama Musyawarah Guru Mata Pelajaran Kewirausahaan se-Jakarta Selatan yang diprakarsai oleh SMK N 57 Jakarta Selatan selaku mitra afiliasi. Kegiatan ini tentunya sejalan dengan kegiatan &nbsp;PkM &nbsp;yang dirancang &nbsp;dengan metode pengajaran praktek secara langsung, praktek pelatihan difokuskan pada bagaimana merancang dan menciptakan produk kreatif &nbsp;berupa kue kering dan jajanan pasar. Adapun pelaksanaan Kegiatan dan pelatihan berlangsung di Gedung B Pradita University Pelatihan pembuatan produk kreatif &nbsp;diantaranya; adalah <em>chocolate chips, </em>onde-onde, dan <em>swiss roll </em>dan talam ubi. Diharapkan dengan pelatihan &nbsp;ini para guru-guru mampu mendapatkan pengetahuan baru dan dapat lebih mudah menuangkan ide terhadap langkah nyata dalam membuat produk kreatif yang belakangn ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat kalangan menegah kebawah. Kegiatan ini kami mengharapkan keberlangsungan alur pendidikan yang dapat berjalan dengan baik sekaligus meningkatkan &nbsp;kompetensi dan mengajarkan kembali kepada siswa siswi disekolahnya masing masing. Sehingga harapannya dengan &nbsp;kegiatan ini&nbsp; bisa dijadikan momentum sebagai pembaharuan dalam mengembangkan modul dan materi yang bagi siswa agar&nbsp; mereka memiliki pilihan dan kemampuan baik secara profesional atau &nbsp;menjadi seorang wirausahawan yang dapat membantu dan mendorong para penggiat UMKM skala mikro. Dan menjadikan SMK yang hebat di masa yang akan datang.</p> 2020-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020