https://jurnal.pradita.ac.id/index.php/jtd/issue/feed Jurnal Teknologi dan Desain 2021-01-31T00:00:00+07:00 Marchelia Gupita Sari redaksijurnaltendes@pradita.ac.id Open Journal Systems <p> </p> <p><a href="https://jurnal.pradita.ac.id/index.php/jtd"><img src="https://lppm.pradita.ac.id/img/jtd.jpg" /></a></p> <p>a scientific journal published by the Pradita University with focus and scope on : Civil Engineering Study Program, Urban and Regional Planning, Architecture , Visual Communication Design, and Interior Design Study Program Pradita Science and Technology.</p> <p>Jurnal Teknologi dan Desain or commonly referred to as JTD or Jurnal Tendes is published twice a year, namely in July and January. JTD or Tendes Journal contains scientific writings from lecturers across disciplines at the Pradita University of Science and Technology, as well as lecturers outside the institution.</p> https://jurnal.pradita.ac.id/index.php/jtd/article/view/136 Faktor yang Mempengaruhi Penegasan Privasi pada Transformasi Ruang Huntap Dongkelsari 2021-01-25T15:16:59+07:00 Desy Candramaya desy.candramaya@gmail.com Ardhya Nareswari a_nareswari@yahoo.com <p><em>Huntap is designed as a house that can be improved from time to time until it becomes permanent settlement in accordance with the wishes of its inhabitants. People who live in huntap initially lived in large houses with large yards with a spread pattern of settlements and at the time of relocation of these communities had to be moved and lived in settlements with limited land area with cluster-shaped settlement patterns. This study aims to determine the factors and elements that influence the privacy affirmation in the space transformation of the Huntap Dongkelsari. Factors affecting privacy affirmation can be divided into territorial, security, and personal factors. Elements of privacy affirmation can be elements that explicitly mark boundaries and privacy (such as boxes, fences, and partition walls in the form of brick or plywood) and elements that implicitly mark boundaries and privacy (such as wooden cabinets, chicken coops, fish ponds, and drilled wells). The use of these elements is influenced by the need for privacy, the need for security, occupant’s experience and habits conducted in the previous house.</em></p> 2021-01-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Teknologi dan Desain https://jurnal.pradita.ac.id/index.php/jtd/article/view/134 Pengaruh Pandemi Covid-19 terhadap Karakteristik Sampah Padat pada Kawasan Summarecon Serpong 2021-01-05T03:28:52+07:00 Rachmat Taufick Hardi rachmat.taufick@pradita.ac.id Rendy Akbar rendy.akbar@pradita.ac.id <p>Pandemi Covid-19 telah menjadi pandemi global dan memberikan dampak bagi sektor – sektor kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Dengan penyebaran Covid-19 yang bersifat masif menyebabkan negara – negara yang ada di seluruh belahan dunia mengambil kebijakan lockdown berupa pembatasan sosial agar mengurangi aktivitas di luar rumah dan hanya beraktivitas didalam rumah. Adanya penerapan pembatasan sosial berskala besar menyebabkan masyarakat akan lebih banyak memproduksi limbah sampah padat rumah tangga dengan berbagai jenis sampah padat berbahaya yang berkaitan dengan perlindungan diri terhadap wabah Covid-19, seperti masker, sarung tangan, pelindung muka dan peralatan perlindungan lainnya. Dengan kebijakan tersebut, tentu saja sebagian besar penghuni Kawasan Summarecon Serpong akan berdiam diri di rumah dan apabila harus keluar rumah tentunya akan menggunakan perlengkapan perlindungan. Berdasarkan hal ini tentu saja akan berdampak pada jenis dan volume sampah yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif bertujuan untuk mendeskripsikan suatu kegiatan yang terdapat pada obyek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan karakteristik sampah seperti jumlah dan jenis sampah dihasilkan Kawasan Summarecon Serpong. Dengan adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka mengurangi dampak Covid-19 menyebabkan produksi sampah anorganik meningkat sekitar 5% yang berasal dari sampah komersial. Sementara itu, pada Kawasan Non Komersial terjadi pergesaran distribusi jenis yang saat ini didominasi oleh sampah anorganik. Produksi sampah total Kawasan Summarecon Serpong pada saat Pandemi Covid-19 pada bulan April 2020 mengalami penurunan sebesar 55%. Penurunan drastis ini lebih disebabkan dengan adanya kebijakan PSBB yang dilaksanakan pada wilayah Jakarta dan distribusi produksi sampah Kawasan Summarecon Serpong yang dominan berasal dari Sampah Komersial. Karakteristik sampah meliputi jenis dan volume sampah pada sebelum Pandemi Covid-19 dan saat pandemi Covid-19 terjadi. Dengan adanya kebijakan PSBB yang dilaksanakan pemerintah daerah dalam mengurangi penyebaran virus Covid 19 di wilayah Sekitar Kawasan Summarecon Serpong sangat berdampak dalam perubahan karakteristik jenis dan volume sampah.</p> 2021-02-02T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Teknologi dan Desain https://jurnal.pradita.ac.id/index.php/jtd/article/view/113 Pemanfaatan Limbah Batik Sisa Fashion di Cirebon berupa Perlengkapan Makan Individu 2020-12-07T12:30:25+07:00 Veila Venisia veila.venisia@student.pradita.ac.id Afifa Karamina Awanys afifa.karamina@student.pradita.ac.id Siti Inayah siti.inayah@student.pradita.ac.id Rizki Kurniawan rizki.kurniawan@pradita.ac.id Oktavianus Marti Nangoy oktavianus.nangoy@pradita.ac.id <p>Cirebon merupakan sebuah kota di Provinsi Jawa Barat dengan lokasi strategis yakni di jalur Pantura yang menghubungkan Jakarta-Cirebon-Semarang-Surabaya. Hal ini membuat Cirebon menjadi salah satu kawasan industri yang sibuk dan salah satunya bergerak pada industri batik. Batik mulai ramai diperbincangkan setelah UNESCO mempatenkan batik menjadi warisan budaya Indonesia. Mulai diterimanya batik secara umum membuat perekonomian meningkat, namun juga menimbulkan masalah baru dari olahan batik itu sendiri yakni sisa limbah batik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengolah kembali sisa limbah batik menjadi produk daur ulang yang siap dipasarkan dengan melalui metode observasi,dan eksperimental melalui “<em>Design Thinking</em>” dimana adanya proses pendekatan terhadap permasalahan yang ada dan mencari solusi yang mungkin bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut berupa set perlengkapan makan individu untuk pelancong, sehingga secara bersamaan dapat meningkatkan perekonomian pengrajin juga mengurangi limbah.</p> 2021-01-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Teknologi dan Desain https://jurnal.pradita.ac.id/index.php/jtd/article/view/116 Redesign Tas Hand Sanitizer dari Limbah Kain Batik Cirebon 2020-12-07T13:09:15+07:00 Nathya Arum nathya.puspa@student.pradita.ac.id Gerardo Harisson Setianto gerardo.harisson@student.pradita.ac.id Sally Malinda sally.malinda@student.pradita.ac.id Widasapta Sutapa widasapta.sutapa@pradita.ac.id Nida Daniyatul Muhdirah nida.daniyatul@pradita.ac.id <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Cirebon is one of big city in Java island that develops and preserves Batik handicraft. Batik maker in Cirebon mostly producing only in primary textiles or basic clothing, while many derivative products from residual shred pieces sere less developed. Actually big portions of good residual pieces can still be used for handicrafts, especially handicraft and handmade souvenir for local and international tourists. Cirebon also the oldest batik center which influences various batik patterns at the north coast of Java Island. The research team is Interior Design students tried to solving this problem through research methods . It aim to utilize existing batik waste and develop a recycle handicraft model so that it is beneficial to the surrounding community. The research method is carried out by conducting observations, interviews and experiments online so as to produce hand sanitizer bag products. </em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>handicraft, Cirebon batik, recycling, hand sanitizer bag</em></p> 2021-01-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Teknologi dan Desain https://jurnal.pradita.ac.id/index.php/jtd/article/view/87 Implementasi Sejarah Perjuangan dalam Perencanaan Museum 2020-09-01T14:35:33+07:00 Muhammad Rizal rizallazahali@gmail.com Endah Tisnawati endah.tisnawati@uty.ac.id <p>Museum telah jamak diartikan sebagai suatu lembaga, atau juga bisa sebagai suatu tempat, yang menyajikan suatu informasi terbuka kepada publik, mudah diakses, bergerak dalam bidang konservasi, penelitian dan publikasi warisan bersejarah, serta berkotribusi untuk pendidikan, penelitian serta rekreasi (ICOM (2007) dalam Brown &amp; Mairesse (2018)). Saat ini museum di beberapa negara digunakan sebagai etalase, yang menyajikan informasi tertentu yang diinginkan oleh rezim yang sedang berkuasa (Denton, 2014). Irian Barat atau saat ini lebih dikenal dengan nama Papua merupakan wilayah NKRI yang dulunya berada dalam kekuasaan Belanda. Irian Jaya Barat masuk bergabung menjadi bagian NKRI sejak tahun 1963. Perjuangan yang dilakukan pemerintah Indonesia demi membebaskan Irian Jaya Barat dilakukan dengan berbagai upaya, yakni dalam bentuk diplomasi, politik, ekonomi bahkan dengan menggunakan senjata. Naskah illmiah ini akan menguraikan bagaimana bahasan mengenai proses sejarah sebuah kawasan dapat menjadi dasar perencanaan museum yang berada di Kota Sorong, Papua.</p> <p>Tahapan yang dilakukan dalam penulisan naskah ilmiah ini meliputi (1) studi pustaka mengenai museum dan memorabilia; (2) studi pustaka mengenai proses perjuangan pembebasan Irian Jaya Barat; (3) melakukan analisis mengenai elemen konsep dasar perancangan museum perjuangan pembebasan Irian Jaya Barat berdasar memorabilia dan visualisasi desain; (4) rumusan kesimpulan. Pembahasan penerapan konsep melalui pemaknaan lokasi sebagai lansekap sejarah, ruang museum sebagai media penceritaan sejarah dan gubahan massa bangunan museum sebagai media penceritaan sejarah.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Kata Kunci :</em></strong> <em>museum</em><em>, </em><em>memorabilia, perjuangan pembebasan Irian Jaya Barat, dasar perancangan</em></p> 2021-01-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Teknologi dan Desain https://jurnal.pradita.ac.id/index.php/jtd/article/view/90 Citra Arsitektur Regionalisme dalam Redesain Bandar Udara Frans Seda Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur 2020-09-13T21:53:34+07:00 Salfatoris Milano Yuneks Resy milanresi31@gmail.com Suparno Sastra suparno.sastra@staff.uty.ac.id <p>Penyebaran informasi secara umum seharusnya menjadi media untuk menginformasikan kekayaan budaya dari suatu daerah ke daerah lainnnya. Penerapan Arsitektur Regionalisme sebagai identitas lokal pada wajah Kota, khususnya Bandar Udara Frans Seda kabupaten Sikka sebagai salah satu gerbang pintu masuk di wilayah pulau Flores ditujukan menjadi penyambut dan memperkenalkan sebagian dari keseluruhan identitas daerah yang dimiliki dalam bentuk arsitektural. Kunjungan wisatawan mengalami peningkatan sekitar 6% pada tahun 2017. Jika diproyeksikan sampai dengan tahun 2030, jumlah kunjungan wisatawan akan terus mengalami peningkatan sampai dengan 10%. Dengan pelaksanaan otonomi khusus bagi Propinsi Nusa Tenggara Timur terutama rencana pengembangan Kabupaten Sikka menjadi kota madya, dan Bandar udara Frans Seda menjadi Bandar udara alternative bagi Bandar udara Internasional El-Tari Kupang, maka dapat dipastikan jumlah pesawat, jenis pesawat, penumpang dan barang dari tahun ke tahun semakin meningkat.</p> <p>Tahapan yang dilakukan dalam penulisan naskah ilmiah ini meliputi (1) studi pustaka mengenai Transportasi Udara; (2) studi pustaka mengenai manajemen transportasi dan peningkatan fluktuasi lalu lintas udara; (3) melakukan analisis mengenai konsep dasar pengembangan Bandar Udara Frans Seda Kabupaten Sikka berdasarkan Regionalisme sebagai identitas lokal dan visualisasi desain; (4) rumusan dan kesimpulan.</p> <p>Permasalahan yang di hadapi Bandar udara Frans Seda Kabupaten Sikka juga semakin kompleks. Total keseluruhan lalu lintas Bandar udara Frans Seda Kabupaten Sikka mengalami peningkatan 3% dari 5 tahun sebelumnya, dan proyeksi untuk jangka panjang sampai dengan tahun 2030, data di Bandar Udara Frans Seda secara keseluruhan mengalami peningkatan sekitar 9%. Terbatasnya sarana dan prasarana transportasi, baik secara fisik maupun manajemen transportasinya dan peningkatan fluktuasi lalu lintas udara, maka faktor yang paling mempengaruhi adalah pengembangan, peningkatan pelayanan, serta sarana dan prasarana yang harus disediakan. Pembahasan penerapan konsep melalui pemaknaan lokasi sebagai identitas lokal kedaerahan, ruang Bandar udara sebagai citra Tipologi-Morfologi dari identitas lokal kedaerahan, dan gubahan massa bangunan sebagai kosmologi hubungan ruang dari identitas lokal kedaerahan.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Kata Kunci :</em></strong> <em>Arsitektur Regionalisme, Bandar Udara, Pengembangan</em></p> 2021-01-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Teknologi dan Desain